Snippet

Tahukah Kamu ?



1.       Siklus hidup cacing tanah dimulai dari kokon, cacing muda (juvenil), cacing produktif dan cacing tua.Kokon yang dihasilkan dari cacing tanah akan menetas setelah berumur 14 - 21 hari. Setelah menetas, cacing tanah muda ini akan hidup dan dapat mencapai dewasa kelamin dalam waktu 2,5 - 3 bulan. Saat dewasa kelamin cacing tanah akan menghasilkan kokon dari perkawinannya yang berlangsung selama 6 - 10 hari dan masa produktifnya berlangsung selama 4-10 bulan.

2.       Penyusun tubuh cacing terdiri atas air berkisar 75-90 % dari berat tubuhnya. kelembaban tanah yang terlalu tinggi atau terlalu basah dapat menyebabkan cacing tanah berwarna pucat dan kemudian mati. Sebaliknya bila kelembaban tanah terlalu kering, cacing tanah akan segera masuk ke dalam tanah dan berhenti makan serta akhirnya mati.

3.       Tempat kesukaan cacing tanah yaitu di tanah dengan pH sekitar 5,8-7,2 karena dengan kondisi ini bakteri dalam tubuh cacing tanah dapat bekerja optimal untuk mengadakan pembusukan.

4.       Cacing tanah lebih menyukai serasah herba dan kurang menyukai serasah pohon gugur, daun yang berbentuk jarum, daun yang mengandung tanin.


5.       Cacing tanah menangkal kebanjiran, cacing meiliki daya serap tanah dalam menyerap air pada waktu hujan karena cacing tanah memiliki kemampuan membuat liang-liang dalam tanah. Oleh sebab itu persediaan air dalam tanah akan lebih teratur, sehingga menjamin pertumbuhan tanaman.

6, Cacing termasuk hewan hermaprodite atau hewan yang memiliki 2 alat kelamin dalam satu tubuhnya. Telur dari betina yang sudah dewasa akan dibuahi oleh kelamin jantan sehingga telur menjadi matang


Leave a Reply